Berdasarkan pengalaman sebelumnya, daya beli masyarakat di ajang seperti ini cukup tinggi, sehingga produk UMKM Jawa Tengah kerap habis terjual. Tercatat, total penjualan pada ajang serupa pada 2025 lalu mencapai Rp926.738.490.
“Kesempatan ini jangan di sia-siakan. Biasanya kita pulang barang sudah habis, karena daya beli di sana tinggi,” ujarnya.
Nawal juga mengapresiasi komitmen kabupaten/ kota yang memilih bergabung dalam Paviliun Dekranasda Jawa Tengah, meski memiliki potensi untuk membuka stan mandiri.
“Ini bentuk keguyuban Jawa Tengah. Produk-produk kabupaten/kota kita luar biasa dan sebenarnya sangat mungkin untuk tampil sendiri,” bebernya.
Adapun konsep paviliun mengusung tema “Kampung Joglo”. Nantinya, masing-masing stan juga akan menyuguhkan kudapan atau minuman khas daerah. (**)



