Brebes  

Dibalik Harga Plastik Naik, Nasabah Bank Sampah di Brebes Ketiban Berkah

BREBES, smpantura – Kenaikan harga plastik membuat warga kaget, terutama para pelaku UMKM. Namun di balik itu, membawa berkah bagi para nasabah di Kabupaten Brebes. Para pemulung plastik di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes misalnya, mendapat berkah karena sampah plastik jenis apapun bisa mendatangkan cuan dengan di jual ke bank sampah.

Mereka menyetorkan sampah plastik itu ke Bank Sampah Rangkul Ceria Randusanga Kulon, yang di buka pada awal tahun 2026. Bank sampah tersebut kini sudah banyak menerima kiriman limbah plastik. Berbagai jenis sampah ini datang dari warga desa.

Di antaranya, limbah bekas air minum, plastik kemasan makanan, bumbu dapur, jajanan, plastik es sampai tas kresek. Plastik limbah bekas air mineral dan gelas plastik menjadi sampah favorit karena memiliki nilai jual tinggi.

Direktur Bank Sampah Rangkul Ceria, Nur Isnawati mengatakan, biasanya hanya plastik botol bekas yang bening yang bisa di uangkan. Namun di bank sampah ini semuanya di terima meski ada perbedaan harga.

BACA JUGA :  Di Brebes 50 Bangunan Sekolah Per Tahun Ambruk Akibat Bencana

“Plaatik kresek, bungkus es, kopi, jajanan kan tidak ada harga. Tapi di sini kami tampung juga dan bisa di uangkan,” jelas Nur Isnawati di temui di lokasi penimbangan, Kamis (9/4).

Menurut dia, sampah kiriman dari warga terlebih dulu di timbang sesuai jenisnya. Kemudian akan di tukar dengan uang yang besarannya sesuai dengan volume sampah.

“Kami berikan reward, untuk sampah botol plastik Rp 3500 per kg, kemudian yang jenis plastik es, kresek, bekas bungkus kopi, jajanan dan sejenisnya di hargai Rp 400 per kg,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sengaja menampung sampah jenis itu karena memang sulit untuk pembuangannya. Rencananya, plastik es, tas kresek dan bekas bumbu di jual di pabrik paving block.