Brebes  

Dibalik Harga Plastik Naik, Nasabah Bank Sampah di Brebes Ketiban Berkah

“Di sini ada pabrik paving block plastik yang bahan bakunya dari sampah sampah jenis itu,” terangnya.

Dia menerangkan, Untuk sistem pembayaran tidak di lakukan secara cash. Setelah ditimbang, hasil akan di catat di buku nasabah dan baru di uangkan saat akan hari raya.

“Kalau di bayar langsung kan sedikit, jadi di tabung dulu. Nanti pas menjelang hari raya baru totalan dan di bayar,” sambungnya.

Nasiroh (34) warga Dukuh Sigempol, Desa Randusanga Kulon, merupakan salah satu nasabah yang rutin menyetor sampah plastik. Dia mengaku, jika semula plastik limbah rumah tangga dibakar atau dibuang, kali ini sengaja dikumpulkan.

“Ada plastik bekas bungkus pempers, kopi, bekas minuman, semua dikumpulin, kemudian disetor,” ucapnya.

BACA JUGA :  Satpol PP Brebes Bentuk Sekretariat PPNS, Optimalisasi Penegakan Perda

Nasabah lain Siti Rohilah, mengaku makin semangat setelah harga plastik naik. Karena harga jual hasil mulung ikut terangkat. Jika sebelumnya Rp 3000 sekarang naik antara Rp 3500 sampai Rp 4000 per kg.

“Saya fokus jenis plastik botol bekas air mineral atau gelas plastik. Harganya lebih bagus. Sekarang bisa sampai Rp 3500 kalau di bank sampah. Tapi kalau di pengepul langsung bisa Rp 4000. Ya ada kenaikkan sedikit,” katanya.

Kades Randusanga Kulon, Afan Setiyono mengatakan, keberadaan bank sampah berpengaruh dengan tingkat kebersihan lingkungan. Terlebih dengan naiknya harga plastik warga makin semangat mengumpulkan sampah terutama plastik. (**)