“Saat ini, jumlah rusa tinggal sembilan ekor. Banyak yang di pindahkan ke sejumlah desa untuk di kelola BUMDes,” terang Arifin yang sudah bekerja sejak 2013 lalu.
Di tambahkan, rusa totol berkembang biak secara alami tanpa bantuan manusia. Seiring waktu, rusa semakin bertambah banyak dan di nilai terlalu banyak. Bahkan, beberapa rusa menunjukan perilaku yang agresif hingga menyebabkan sejumlah pohon di area pemeliharaan tumbang. Meski jumlahnya kini jauh berkurang, keberadaan rusa totol tersebut masih menarik perhatian masyarakat. (**)


