DKPPP Turunkan Tim, Pastikan Daging Kurban Layak Konsumsi

TEGAL, smpantura – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertaninan dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, menurunkan empat pengawasan hewan kurban dan pembagian daging kurban di empat kecamatan, untuk memastikan daging kurban layak dikonsumsi masyarakat, Senin (17/6) siang.

Tim tersebar di beberapa tempat pemotongan hewan kurban, meliputi Kecamatan Tegal Timur, Tegal Barat, Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Tegal, Indriyani Winarti mengatakan, tim diturunkan untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni memeriksa daging kurban terbebas dari cacing hati dan sejenisnya.

“Dari pemeriksaan hewan kurban yang sudah disembeli di Masjid Agung, kondisinya baik dan aman untuk dikonsumsi. Tadi kami cek bagian jantung dan hati beberapa hewan kurban, baik sapi maupun kambing,” tuturnya.

Terkait pengemasan daging kurban, DKPPP telah melakukan sosialisasi kepada para lebe dan Bhabinkamtibmas, agar masyarakat atau panitia kurban, tidak menggunakan kantong kresek hitam sebagai bungkus.

BACA JUGA :  Komisi 2 Tinjau Pelayanan dan Sarpras RSUD Kardinah

“Kami himbau agar memakai besek dan daun pisang. Tetapi jika biayanya telalu besar, bisa menggunakan kantong plastik bening biasa. Seperti halnya yang dilakukan panitia kurban Masjid Agung Kota Tegal,” katanya.

Petugas DKPPP, Nuridin menambahkan, umumnya daging kurban yang akan dibagikan panitia kepada masyarakat di Kecamatan Tegal Timur, cukup baik dan layak dikonsumsi. Itu setelah dilakukan pemeriksaan dengan metode post mortem dan ante mortem.

Pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong, dapat dilakukan dengan melihat fisik seperti kondisi mata bersinar dan perilaku hewan cenderung ceria. Jika keduanya didapati, maka dapat dipastikan hewan kurban tersebut dalam kondisi sehat.

“Tetapi jika matanya terlihat sayu, redup, apalagi tidak lincah dan saat diraba bagian kulit terasa kasat, kemungkinannya hewan kurban mengidap penyakit cacing. Namun itu juga dibuktikan dengan pemeriksaan post mortem yaitu kita ambil jeroannya, terutama dari hati,” tegasnya. (T03-Red)

Scroll to top
error: