Meski telah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, kondisi korban masih membutuhkan penanganan lanjutan melalui rawat jalan. Berdasarkan keterangan yang diterima DPRD Batang dari pihak rumah sakit, korban mengalami luka bakar sekitar 30 persen. Tofani mengaku prihatin dengan kondisi korban yang masih harus menjalani proses pemulihan cukup panjang. Ia berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, dapat hadir membantu meringankan beban keluarga.
”Saya dengan Pak Hanif tadi mendapat informasi dari pak lurah bahwa korban hari ini sudah di izinkan pulang. Untuk itu kami langsung bersilaturahmi dan melihat langsung kondisinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, korban di ketahui merupakan anak yang tinggal bersama neneknya setelah ibunya meninggal dunia sejak korban masih kecil. Kondisi ekonomi keluarga juga di sebut cukup terbatas. Karena itu, Tofani meminta Pemerintah Kabupaten Batang ikut membantu seluruh proses pengobatan hingga korban benar-benar pulih.
”Artinya ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk saling bergotong royong membantu keluarga korban. Saya meminta Pemerintah Daerah hadir untuk menanggung seluruh biaya perawatan sampai sembuh total,” katanya.
Biaya Pengobatan
Menurutnya, pembiayaan pengobatan korban tidak seluruhnya dapat di tanggung BPJS Kesehatan. Sehingga di perlukan langkah khusus dari pemerintah daerah.
”BPJS ternyata tidak bisa meng-cover dengan melihat kondisi seperti ini. Harapannya pemerintah daerah bisa ikut turun tangan,” ujarnya.
Tofani juga mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang terkait penanganan korban. Pemkab Batang di sebut siap membantu proses pengobatan. Meski saat korban keluar dari rumah sakit keluarga sempat membayar administrasi secara mandiri.



