Keberhasilan program swasembada pangan secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Menariknya, kata Frederica, pertumbuhan ekonomi yang besar di daerah akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di level nasional. Targetnya adalah menjadikan negara Indonesia maju dengan pendapatan tinggi di 2045.
Pertumbuhan Ekonomi
Sebagai catatan, pertumbuhan perekonomian di Jateng yakni di atas angka nasional di Triwulan I 2026, yakni sebesar 5,89% berbanding 5,61%. Menurut Frederica, strategi yang di jalankan Gubernur Ahmad Luthfi adalah wujud komitmen kuat memajukan wilayah sesuai dengan potensi yang di miliki. Selanjutnya OJK juga mendorong sektor jasa keuangan ikut serta mendukung program yang telah di jalankan di daerah.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tak ketinggalan memberikan pujian pada daerah yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi di atas nasional, salah satunya Jawa Tengah.
“Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat),” ujarnya.
Dalam paparan di acara konferensi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan untuk mencapai swasembada pangan 2026 mesti ada upaya lebih jika di bandingkan 2025.
Lantaran di 2025 musim hujan di Jateng cukup lama, sementara di 2026 ini di prediksi bakal di landa kemarau lebih panjang. Untuk mengatasinya, ia telah memerintahkan OPD di Jateng guna mempersiapkan ketersediaan air untuk pertanian.
Langkah kedua adalah menyiapkan petani milenial. Caranya, dengan melatih petani-petani muda melalui Program Kecamatan Berdaya. Langkah itu di lakukan dengan cara berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian.



