Menu Tutup

Gagal Ginjal Akut Belum Ditemukan di Kota Tegal

 

TEGAL, smpantura – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, bersama jajaran Polres Tegal Kota, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah apotek, terkait penjualan obat sirup kepada masyarakat, baru-baru ini. Dari sidak, petugas tidak mendapati adanya apotek yang mengedarkan obat dalam bentuk sirup.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Tegal, dr Sri Primawati mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait kasus gagal ginjal akut pada anak-anak.

Namun, pihaknya telah melakukan langkah preventif dengan mengeluarkan edaran.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada apotek dan fasilitas pelayanan kesehatan, untuk tidak menjual atau meresepkan obat dalam bentuk cairan atau sirup.

“Kita sudah buat surat edaran, sejak ada instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Setelah itu, kita juga lakukan sidak dan jika ditemukan masyarakat yang dilayani obat sirup, diminta untuk dikembalikan atau retur. Alhamdulillah saat sidak kemarin tidak ada temuan,” ungkap Prima.

Prima yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsikan obat cair kepada anak-anak, selama kasus gagal ginjal akut belum diketahui penyebabnya.

Kendati belum ditemukan kasus tersebut di Kota Bahari, Prima meminta kepada masyarakat untuk waspada dan berkonsultasi dengan dokter, mana kala anggota keluarganya mengalami sakit.

“Kalau ada anggota keluarga atau anak-anak yang demam, bisa ditangani dengan cara alami terlebih dulu. Seperti misalnya meminumkan banyak air putih, kompres dan membawa ke dokter, jika kondisinya tidak berangsung membaik,” tukasnya.

Sementara, Anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani menyatakan, pihaknya telah meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan investigasi dan sidak ke produsen obat terkait maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang menyebabkan kematian.

BACA JUGA :  Terima Delegasi Michigan State University, Kadisdikbud Tekankan Praktik Literasi

“Terus terang kita kaget, kita kecolongan. Karena apa, obat-obatan ini kan yang mengeluarkan izin edarnya BPOM. Makanya walaupun ini kita sedang masa reses, BPOM kita minta lakukan investigasi, sidak, pabrik mana saja yang melakukan keteloderan, menambahkan zat berbahaya,” kata Dewi saat berada di kota tegal, Minggu (22/10).

Dewi menambahkan, masyarakat juga harus berperan dalam menyikapi maraknya kasus gagal ginjal akut dengan tidak bergantung pada obat-obatan saja.

“Kita tidak boleh bergantung pada obat-obatan saja, tapi juga harus menjaga gaya hidup sehat. Kebersihan lingkungan dan makanan juga harus diperhatikan,” ujarnya. (T03-Red)

Contact Us

error: