Galuhtimur, Desa di Brebes yang Kaya dengan Potensi Arkeologi

BREBES, smpantura – Galuhtimur adalah salah satu desa di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Selain dikenal sebagai penghasil emping melinjo, desa ini ternyata menyimpan harta karun yang menarik untuk dijelajahi.

Harta karun ini berupa tinggalan-tinggalan arkeologi yang berasal dari masa prasejarah dan sejarah. Hal tersebut disampaikan Kades Galuhtimur, Subandi. ”Dalam beberapa tahun terakhir, di desa kami banyak ditemukan tinggalan arkeologi,” kata dia

Di antara tinggalan arkeologi masa prasejarah yang ditemukan, terdapat fosil-fosil hewan purba seperti gajah, kerbau, dan buaya. Penemuan ini sebagian disimpan di Museum Purbakala Bumiayu dan sebagian lagi di rumah-rumah warga.

Menurut Subandi, penemuan fosil di desa ini sebenarnya tidak mengejutkan. Sebab, Galuhtimur sendiri masuk dalam kawasan Situs Bumiayu, salah satu situs manusia purba tertua di Jateng.”Penemuan fosil ini menunjukkan bahwa desa kami menyimpan sejarah yang sangat tua,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sejarah Berdirinya Pabrik-Pabrik Teh di Tegal

Selain tinggalan prasejarah, Galuhtimur juga menyimpan peninggalan masa sejarah yang ditunjukkan dengan penemuan struktur bangunan candi, yang dikenal warga dengan sebutan Candi Gagang Golok. Struktur yang ditemukan termasuk 12 umpak, arca dwarapala, dan makara.

Menurut Subandi, berdasarkan penelitian dari Balai Arkeologi Yogyakarta, temuan candi tersebut berasal dari masa sebelum Hindu, yang awalnya berbentuk punden. Pada abad ke-7 dan ke-8, bangunan tersebut diubah menjadi candi.

Diakui Subandi, upaya pelestarian dan perlindungan terhadap kekayaan tersebut sudah dilakukan Pemkab Brebes. Salah satunya dengan membangun Museum Purbakala Bumiayu-Tonjong (Buton) pada 2021.

Sayangnya, museum ini belum bisa difungsikan karena kendala fasilitas dan akses jalan yang belum memadai. “Tentu kita berharap pembangunan museum bisa selesai dan difungsikan sehingga kekayaan arkeologi ini bisa dinikmati wisatawan. Muaranya adalah peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya. (T06_Red)

Scroll to top
error: