“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp 10,13 triliun,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi juga menawarkan sedikitnya tujuh proyek energi baru terbarukan yang siap di kerjasamakan dengan investor. Proyek itu meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, waste to energy, hingga panas bumi atau geothermal.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius mengembangkan energi ramah lingkungan. Sekaligus menyelesaikan persoalan sampah melalui investasi teknologi pengolahan modern.
“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.
Keunggulan
Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, mengatakan, forum tersebut mempertemukan banyak pengusaha lintas sektor. Dengan potensi kerja sama yang besar antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang hadir memiliki keunggulan di berbagai bidang. Yaitu perlindungan lingkungan, pengolahan limbah padat, energi baru, teknologi digital, manufaktur berteknologi tinggi, hingga pertanian modern.
“Saat ini Presiden Prabowo sangat serius mendorong pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok,” ujarnya.
Hal senada di sampaikan CEO AAC Technologies Holdings, Benjamin Pan. Ia menilai Indonesia, khususnya Jawa Tengah, memiliki potensi besar. Khususnya sebagai pusat pertumbuhan industri dan manufaktur di Asia Tenggara.
Menurut Benjamin, pengusaha Tiongkok siap membawa teknologi, modal, dan sumber daya industri. Dimana aspek tersebut untuk di kolaborasikan dengan potensi pasar Indonesia.



