Habib Luthfi Orasi Kebangsaan, Yakin Permasalah di Indonesia Bisa Dipecahkan

SLAWI,smpantura– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya meyakini, jika TNI, Polri, tokoh agama, kepercayaan, dan tokoh masyarakat bersatu, permasalahan di Indonesia bisa dipecahkan. Hal ini disampaikan pada orasi kebangsaan saat acara tasyakuran dan doa bersama masyarakat untuk Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 di Lasnur Convention Hall, Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (8/7/2024) siang.

Acara yang diinisiasi oleh masyarakat lintas agama dan dihadiri sekitar 2.000 tamu undangan ini mendapat apresiasi dari ulama karismatik tersebut. Sebab, mampu mendatangkan pimpinan TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat,pimpinan dari masing masing-masing institusi untuk mengikuti tasyakuran dan doa bersama . Doa bersama dipimpin enam pemimpin agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu serta penghayat kepercayaan Maneges Kejawen.

“Kegiatan ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, karena saya melihat ada ulama, tokoh agama, kepercayaan, masyarakat, pimpinan-pimpinan bisa berkumpul jadi satu di tempat yang mulia ini. Secara tidak langsung kita menunjukkan bahwa inilah kekuatan di Indonesia. Inilah bentuknya. Ketika Polri, TNI, ulama, tokoh agama , tokoh masyarakat bersatu, maka negara Indonesia tidak bisa dipecahkan,”ungkapnya.

Dalam orasinya, Habib Luthfi menyampaikan sejumlah pesan kepada semua yang hadir. Diantaranya mempelajari sifat Kresna. Tokoh pewayangan ini bisa menjadi penengah, memberikan solusi, dan memberikan kritik yang sehat. Kresna juga dapat merangkul semua kalangan.

Ulama karismatik ini berharap di tahun yang akan datang , ketika peringatan Hari Bhayangkara dan HUT TNI, pimpinan institusi dapat hadir bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hal ini menunjukkan kekuatan dan kebersamaan.

BACA JUGA :  Krisis Air Bersih, PMI Droping Air di Enam Desa

“Mari tunjukkan inilah kekuatan Indonesia yang selalu kompak dan bersama-sama. Maka pada kesempatan ini, mari kita doakan semoga para pimpinan selalu diberikan kesehatan lahir batin, dalam mengayomi bangsa dan masyarakat,”tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Achmad Lutfi atas nama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi masyarakat Kabupaten Tegal khususnya karena sudah menginisiasi kegiatan tasyakuran dan doa bersama.

” Kami dari lubuk hati terdalam mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerjasama, doa restu kepada Polri . Di usia 78 tahun tentu masih banyak kekurangan, kekhilafan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,”sebutnya.

Sosok yang digadang-gadang maju dalam Pilkada Jateng 2024 ini, juga berjanji akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Dalam usia ke- 78 kami institusi Polri berjanji meningkatkan pelayanan dan tidak menyakiti hati masyarakat,”tegasnya.

Ketua Panitia acara KH Mohammad Syafi’i Badlowi mewakili masyarakat Kabupaten Tegal mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah menjaga kondusivitas daerah selama Pemilu lalu.  Sinergitas dengan berbagai pihak diharapkan bertambah guna menjaga kondusivitas Pilkada yang akan datang.

“Sinergitas masyarakat dengan kepolisian dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kami mending profesionalisme Polri untuk memajukan negara Indonesia,”pungkasnya. (T04_red)

Scroll to top
error: