Menu Tutup

Ismail Fahmi : Jangan Sampai Ada Warga Kota Tegal Putus Sekolah

 

TEGAL, smpantura – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, M Ismail Fahmi, tidak ingin ada warga Kota Bahari yang putus sekolah.

Minimal, mereka dapat lulus sekolah setara dengan kejar paket atau pendidikan non formal, sesuai dengan visi misi Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.

Demikian disampaikan M Ismail Fahmi saat membuka Bimbingan Teknis Pendidikan Non Formal/ Kesetaraan Tahun 2022 di Ruang Rapat Lantai 2 Disdikdibud, Rabu (12/10).

“Ke depannya kita harapkan jangan sampai ada warga Kota Tegal yang tidak bersekolah, minimal mereka lulus sekolah setara Kejar Paket C. Jadi yang Kejar Paket A dan B itu mohon dijaga untuk ikut kejar Paket C,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi, demikian dia akrab disapa, turut meminta para tutor untuk tetap dan terus menjaga semangat belajar para siswa saat mengenyam pendidikan.

Pendampingan juga perlu dilakukan, sehingga para siswa tidak kembali putus sekolah, pada saat mereka menghadapi situasi tertentu.

“Kepada tutor dan pengelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dampingi siswa-siswi sampai tuntas,” pintanya.

Selain itu, Fahmi juga menjelaskan adanya program nasional ke perguruan tinggi, yaitu bidik misi seperti beasiswa untuk perguruan tinggi dan saat ini mulai diwacanakan di tingkat kementerian.

“Dengan syarat tertentu, nantinya akan dibiayai sampai tuntas di universitas mana yang mereka inginkan. Kita berpacu untuk sama-sama meningkatkan sumber daya manusia kita, agar Kota Tegal semakin baik, semakin maju dan semakin meningkat mutu pendidikannya,” pungkas Fahmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal (P2PNF), Dewi Umaroh, dalam laporannya menyampaikan, bintek diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari pengelola PKBM dan Tutor Kesetaraan di Kota Tegal.

BACA JUGA :  PGSD Unnes Bantu Guru SD Dalam Mendesain Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Android

Bintek itu digelar, untuk menyediakan referensi bagi guru dalam mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan kurikulum merdeka.

Termasuk juga untuk mengenalkan lebih jauh Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai platform edukasi yang menjadi tema penggerak untuk pendidikan dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur belajar, mengajar dan berkarya.

“Bintek ini sekaligus membantu guru dan tenaga kependidikan melakukan analisis peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat,” katanya.

  1. “Dengan begitu, mereka dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik,” tambah Dewi Umaroh. (T03-Red)

Contact Us

error: