BREBES, smpantura – Di tengah masih berlanjutnya wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di berbagai wilayah Indonesia, dua warga Brebes Selatan melakukan aksi tidak biasa untuk menyuarakan aspirasi mereka, Minggu, 19 April 2026.
Khamid dan Wawan Hadipriyanto rela berjalan kaki dari Bumiayu, Kabupaten Brebes, menuju Semarang untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Keduanya dilepas dari Pendopo eks Kawedanan Bumiayu, bertepatan dengan acara halal bihalal dan konsolidasi akbar pemekaran Brebes Selatan, Minggu, 19 April 2026.
Perjalanan menempuh jarak sekitar 180 kilometer tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar 10 hari dengan melintasi jalur tengah Jawa, mulai dari Brebes, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, hingga Bawen sebelum tiba di Semarang.
Dengan membawa bendera Merah Putih dan atribut bertuliskan dukungan pemekaran Brebes Selatan, keduanya menempuh perjalanan dengan perlengkapan sederhana di punggung mereka.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dorongan terhadap usulan pemekaran Kabupaten Brebes Selatan yang telah lama diperjuangkan sebagian masyarakat.
Khamid, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, mengaku langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesungguhan menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
“Harapannya bisa bertemu gubernur dan DPRD agar usulan pemekaran segera diparipurnakan,” ujarnya.
Ia menilai pemekaran akan berdampak pada percepatan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan di wilayah selatan Brebes.
“Ini untuk anak cucu kita nanti,” kata Khamid.
Sementara itu, Wawan Hadipriyanto, warga Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu. Ia yang dikenal sebagai Satpam Masjid Muhammadiyah di Jalan Lingkar Bumiayu tersebut menyebut aksi jalan kaki ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerahnya.


