SLAWI, smpantura – Luapan Sungai Rambut yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Pemalang, membuat jalan Pantura terendam banjir, Senin (16/2/2026). Kondisi itu membuat jalur Pantura macet lebih dari 2 kilometer.
Hingga pukul 11.30 WIB, jalur Pantura di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, masih terendam banjir. Banjir merendam dua jalur Pantura arah Semarang-Jakarta, dan Jakarta-Semarang. Kendaraan antre dari dua arah tersebut, karena harus berhati-hati melintasi genangan air yang mencapai 50 centimeter. Namun, banyak kendaraan baik roda dua dan roda empat yang berbalik arah untuk menghindari banjir. Antrean kendaraan dari arah Jakarta-Semarang hingga di Babatan, Kecamatan Warureja mencapai 2 kilometer.
Sejumlah kendaraan roda dua yang memaksa untuk melintasi jalan Pantura Kedungkelor, terpaksa mendorong kendaraannya. Hal itu di lakukan agar kendaraan tidak mati dan rusak.
“Saya terpaksa izin tidak berangkat kerja. Motor tidak bisa melintas,” kata warga Pemalang, Yatno (34) yang hendak berangkat kerja ke Tegal.
Ia menuturkan, banyak kendaraan yang memaksakan diri untuk melintasi genangan. Tapi, di tengah jalan motor macet. Jika di dorong, Yatno khawatir kendaraannya juga rusak. Oleh karena itu, ia memilih untuk izin tidak berangkat ke kantor.
“Arus juga cukup deras, takut kalau melintas,” ujarnya. (**)


