Ratusan Peserta Ikut Pemecahan MURI Ngulek Bareng Sambel Bawang Putih Nusantara

SLAWI, smpantura – Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan ngulek bareng sambel bawang putih nusantara di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal, Jumat (2/12) sore.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Ngulek Sambel Bawang Putih Nusantara yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI.

Sejumlah kabupaten/kota sentra bawang putih turut dalam kegiatan yang dilaksanakan secara luring maupun daring itu. Diantaranya dari Magelang, Kendal, Kabupaten Tegal, Karanganyar, Gunung Kidul, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Lombok Timur, Kerinci, Majalengka, Nusa Tenggara Barat dan Temangggung. Tercatat ada 7. 569 peserta yang turut dalam kegiatan tersebut.

Ngulek bareng di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal dilaksanakan sekitar pukul 15.09 sesuai dengan petunjuk dari penyelenggara di tingkat pusat yang ditayangkan di layar LCD. Kegiatan tersebut dipusatkan di Grand Ballroom Hotel The Margo Depok, Jawa Barat.

Ratusan peserta terdiri atas karyawan Dinas KPTan, petani dan kelompok wanita tani (KWT) dari kecamatan se-Kabupaten Tegal terlibat dalam kegiatan tersebut.

Turut dalam kegiatan itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dadang Darusman yang juga Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, juga Pelaksana Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Regina dan Konsultan Program UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Mudatsir.

Mereka bersama-sama mengulek cabai merah, cabai rawit, terasi, garam dan bawang putih lokal yang telah disiapkan diatas cobek.

BACA JUGA :  1.453 PPPK Guru Terima SK Pengangkatan

Subkoordinator Tanaman Pangan Bidang Pertanian Eka Agus Priyani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangakaian dari Jambore Hortikultura yang diselenggarakan Ditjen Hortikultura Kementan RI.

“Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan kegiatan Gebyar Bawang Putih yang didalamnya ada pemecahan Rekor MURI Ngulek Bareng Sambel Bawang Putih Nusantara,”tutur Eka.

Tujuan ngulek sambel bawang putih nusantara ini, kata Eka, adalah untuk mengenalkan bawang putih nusantara kepada masyarakat. Penanaman bawang putih lokal, kata Eka terus digalakkan, termasuk di Kabupaten Tegal. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan bawang putih nasional.

Menurutnya, rendahnya produktivitas dalam negeri menyebabkan Indonesia sangat tergantung pada impor bawang putih yang berasal dari China.

Produktivitas bawang putih di Kabupaten Tegal saat ini masih rendah. Tahun 2022 ini, penanaman bawang putih hanya di lakukan di lahan seluar 2 hektar.

“Tahun 2020 kemarin banyak, ada 100 hektar lebih. Tahun ini hanya 2 hektar. Rencana tahun ini akan ada penanaman 12 hektar lagi, dari hasil MoU dengan importir bawang putih,”terang Eka.

Sementara itu, Dadang Darusman mengatakan, masyarakat lebih menyukai membeli bawang putih impor karena bentuknya yang lebih besar sehingga lebih mudah untuk dikupas. Padahal, kualitas bawang putih lokal tidak kalah dari bawang putih impor.

“Meski kecil, tapi kecil-kecil cabai rawit. Harapannya bawang putih lokal bisa dikenal masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang putih meningkat,”jelasnya.

Hal senada diungkapkan Regina. Dia menuturkan, Bank Indonesia (BI) sangat mendukung kegiatan tersebut. Salah satu peran BI adalah dalam mengendalikan inflasi. (T04-Red)

Scroll to top
error: