Besarnya populasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional. Khususnya untuk komoditas ternak ruminansia.
Produksi
Selain itu, produksi peternakan Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2026 di perkirakan produksi daging akan mencapai 942.496 ton. Produksi telur mencapai 917.862.000 ton, dan produksi susu mencapai 76.570 ton.
Dukungan tersebut, tidak terlepas dari peran inseminator. Saat ini Jawa Tengah memiliki 766 orang inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten kota. Mereka ujung tombak pelayanan reproduksi ternak di lapangan.
Di tengah berbagai tantangan peternakan, inseminator tetap hadir mendampingi peternak memberikan pelayanan inseminasi buatan. Sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu genetik ternak.
Dalam hal peningkatan kualitas genetik, di perkuat melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Provinsi Jateng, yang tahun 2025 memproduksi semen beku sebanyak 508.371 dosis. Terdiri dari 465.938 dosis semen beku sapi dan 42.433 dosis semen beku kambing.
Sedangkan tahun 2026 di targetkan mampu memproduksi sebanyak 407.000 dosis semen beku.
Pengembangan Ternak
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wagub Taj Yasin, mengatakan, peternak dan inseminator merupakan ujung tombak dalam mengembangkan ternak di Jawa Tengah agar lebih efisien dan berkualitas.
“Yang pertama mengapresiasi kepada inseminator karena mereka telah menjadi ujung tombak kita untuk pengembangan ternak di Jawa Tengah yang lebih efisien dan berkualitas. Yang kedua kita juga mengapresiasi para peternak sehingga kita menyelenggarakan kontes ternak ini,” ujarnya.



