Menurut Luthfi, rasio jumlah ternak di Selandia Baru yang mencapai 28 juta ekor, jauh melampaui jumlah penduduknya yang sekitar 5 juta jiwa. Hal ini menjadi gambaran potensi besar sektor tersebut.
Ia menegaskan, penguatan peternakan sangat relevan dengan kebutuhan program nasional, termasuk penyediaan susu dan daging.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga sedang mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui pengembangan energi baru terbarukan dan industri ramah lingkungan. Luthfi berharap, kerja sama ini dapat berlanjut hingga studi komparatif ke Selandia Baru.
Tak hanya itu, peluang investasi di sektor lain seperti perikanan pun turut di tawarkan. Jawa Tengah di nilai memiliki potensi besar dengan banyaknya kampung nelayan yang belum tergarap optimal oleh investor asing, termasuk dari Selandia Baru.
Di bidang pendidikan, kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Diponegoro, diharapkan bisa diperluas. Pemerintah provinsi pun membuka peluang lebih besar bagi pelajar dan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Selandia Baru.
Dengan berbagai peluang tersebut, kerja sama antara Selandia Baru dan Jawa Tengah diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat segera direalisasikan dalam bentuk program konkret lintas sektor. (**)


