“Kami targetkan tahun ajaran baru nanti sudah bisa mulai di terapkan. Awal Juni juga di rencanakan akan di luncurkan oleh Gubernur,” ujar Bramianto.
Materi
Ia menjelaskan, materi perkoperasian akan di susun secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Pada tingkat sekolah dasar, siswa akan di kenalkan pada konsep dasar koperasi dan semangat gotong royong.
Selanjutnya di tingkat SMP, materi di perluas pada struktur organisasi koperasi beserta tugas dan fungsinya. Sementara di jenjang SMA, siswa mulai di kenalkan pada kewirausahaan berbasis koperasi.
“Tujuannya agar anak-anak memahami sistem ekonomi kerakyatan. Belajar bekerja sama, bergotong royong, dan pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bersama,” katanya.
Pemantapan kurikulum tersebut sebelumnya juga di bahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian. Dan di gelar di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, pada 5-7 Mei 2026.
FGD melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan Jateng, Dinas Pendidikan Kota Semarang, tim ahli Dinas Koperasi dan UKM Jateng, hingga praktisi gerakan koperasi. Penyusunan rancangan kurikulum itu sendiri telah di mulai sejak Oktober 2025.
“Selama enam bulan kami menyusun materi bersama para guru dan praktisi koperasi. Responsnya sangat positif,” kata Bramianto. (**)



