Sementara itu, Kepala Desa Ngroto, Siam Susanto, menceritakan perjalanan panjang dalam memulangkan jenazah Diva. Ia mengaku langsung berangkat ke Jakarta setelah menerima kabar duka pada Jumat siang.
”Saya ditelepon warga, kemudian keluarga meminta kami datang untuk memastikan kondisi putrinya yang ternyata sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Perjalanan menuju Jakarta bukan tanpa kendala. Setibanya di sana sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan sempat kebingungan terkait lokasi dan prosedur. Namun bantuan datang dari berbagai pihak, termasuk komunitas perantau asal Batang dan kepolisian setempat.
“Selama tiga hari tiga malam kami didampingi, diberi arahan sampai proses penjemputan dan pemulasaraan jenazah,” jelas Siam.
Ia juga mengungkapkan Diva tidak sendirian saat kejadian. Ada dua orang di lokasi. Satu meninggal dunia, yaitu Diva, sementara satu lainnya mengalami luka patah tangan dan tulang ekor. Diva diketahui baru bekerja kurang dari enam bulan di Jakarta. Bahkan di tempat terakhirnya, ia baru sekitar satu minggu bekerja sebelum peristiwa nahas itu terjadi.
”Untuk tempat kerja yang terakhir, baru sekitar tujuh hari,” kata Siam. (**)


