Pada tahun 1903, Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, resmi memiliki badan hukum. Itu setelah salah satu pengurus kelenteng bernama Liem Djim Tek, mengajukan rechtspersoon ke Pemerintahan Belanda. Bahkan, sejak 1903 hingga 2023 ini daftar nama kepengurusannya masih tercatat lengkap.
Seperti diketahui, kelenteng didirkan di tengah-tengah pecinan, sehingga memudahkan masyarakat Tionghoa untuk beribadah.

Kelenteng Tek Hay Kiong adalah bangunan yang didedikasikan untuk menghormati seorang tokoh bernama Kwee Lak Kwa, yang pernah tinggal dan menolong orang di sepanjang Pantai Utara (Pantura). Dia juga dipercaya telah mencapai moksa, mencapai tingkat kedewaan lautan Tegal dan mendapat gelar kedewaan Tek Hay Cin Jin.
Rohaniawan Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, Chen Li Wei Dao Chang mengatakan, kelenteng dibangun oleh Kapitein der Chinezen pertama di Tegal yang bernama Kapitein Souw Pek Gwan sekitar tahun 1760.
Namun, seiring berjalannya waktu, kelenteng yang saat itu diberi nama Kelenteng Cin Jin Bio, mengalami kerusakan di berbagai sudut.
Kemudian, oleh tokoh masyarakat Tionghoa Tegal bernama Kapitein Tan Koen Hway, kelenteng dirombak secara total dengan mendatangkan ahli bangunan dari Tiongkok pada tahun 1837.
Pada saat itu juga, Kapitein Tan Koen Hway, menyumbangkan meja sembahyang yang saat ini masih dipergunakan. Termasuk papan nama Tak Hay Cin Jin dan papan syair pujian untuk Kongco Tek Hay Cin Jin.