Kelengkeng Batang Pasok Jaringan Ritel Modern

TUNJUKAN KELENGKENG: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (tengah), menunjukkan kelengkeng asal Batang usai meresmikan Gerai Indomaret Fresh Alun-alun Batang, Kabupaten Batang.

”Selama ini, buah lokal sering kali kalah bersaing dengan buah impor dalam hal tampilan visual. Menyadari tantangan tersebut, kerja sama ini juga melibatkan PSDKU Universitas Diponegoro Kampus Bandar untuk memberikan bimbingan teknis dari budidaya hingga pasca-panen,” terangnya.

Aditya menerangkan, tim khusus dari Indomaret Pusat Jakarta bahkan turun langsung mengajari petani di Batang. Seperti cara memetik, membersihkan, hingga mengemas buah dengan mika 500 gram berperekat khusus bertuliskan Kelengkeng Kabupaten Batang.

”Kalau secara rasa, kualitas daging, ketebalan, bijinya kecil, itu kita menang semua. Namun, dengan pendampingan intensif, kini penampilan kelengkeng Batang sudah naik kelas dan siap bersanding dengan produk impor,” ungkapnya.

Aditya menyebutkan, bagi petani, kehadiran pasar modern ini membawa angin segar yang menjanjikan stabilitas ekonomi. Meski harga jual ritel disesuaikan dengan standar modern, kepastian serapan pasar yang kontinu menjadi keuntungan yang tidak ternilai harganya dibanding hanya mengandalkan pasar lokal yang terbatas.

BACA JUGA :  Promo Diskon 50 Persen Aksesoris Handphone di 168 iLuFA Tegal

Supaya momentum emas ini terjaga, lanjut Aditya, para petani berharap Pemkab Batang terus mendampingi mereka, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan logistik pertanian yang krusial. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan pupuk khusus atau booster kelengkeng yang saat ini masih harus didatangkan dari luar negeri.

”Semoga ada dukungan khusus dari Pemkap Batang. Seperti link atau jalur untuk kita memudahkan impor bahan tersebut, atau support fisik lain yang untuk kepentingan budidaya sampai produksi lebih baik lagi,” tuturnya. (**)