“Buku antologi budaya lokal ini akan kami cetak dan bagikan kepada 50 penulis peserta bimtek. Tiga eksemplar untuk koleksi Perpustakaan Soekarno-Hatta dan tujuh eksemplar lainnya untuk Perpusnas Press,” katanya.
Handayani mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan literasi ini seluruhnya di danai Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, salah satu narasumber bimtek Eri Fitniati menyampaikan sejumlah tips penulisan, seperti gaya selingkung atau pedoman penulisan untuk menjaga konsistensi dan branding, pembuatan judul yang benar namun tetap menarik, serta proses penerbitan naskah.
“Gaya selingkung menentukan apakah isi tulisan bisa di terima pembacanya atau tidak, nyaman di baca atau tidak, termasuk konsistensinya dengan judul. Sedangkan judul menjadi pintu masuk, penentu tulisan ini akan di baca atau tidak,” kata Eri yang juga Ketua Forum Lingkar Pena Tegal. (T04)


