BREBES, smpantura – Di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tersimpan sebuah situs bersejarah yang di kenal dengan nama Candi Pangkuan. Candi ini berbentuk batu lonjong setinggi 50 cm, dan di sekelilingnya terdapat situs tua.
Meski tidak seterkenal candi-candi besar di Jawa Tengah, keberadaan situs ini menjadi bukti bahwa wilayah Brebes juga memiliki jejak peradaban masa lampau yang patut di perhitungkan. Dari berbagai sumber yang di gali smpantura.news, Candi Pangkuan di perkirakan berasal dari masa Hindu-Buddha sekitar abad 8-10 Masehi. Yakni, pada periode berkembangnya kerajaan-kerajaan besar di Pulau Jawa, seperti Kerajaan Mataram Kuno. Ini terlihat dari temuan batu-batu candi yang memiliki ciri khas arsitektur klasik, seperti batu andesit yang di pahat sederhana namun sarat makna religius.
Dalam tulisannya, Sejarawan W.J. van der Meulen menyebutkan, bahwa wilayah Jawa Tengah bagian barat telah menerima pengaruh Hindu sejak awal Masehi. Salah satu kerajaan Hindu awal yang berkembang di wilayah ini adalah Kerajaan Galuh Purba, yang menganut ajaran Hindu dan menggunakan lingga sebagai salah satu simbol keagamaannya. Keberadaan lingga di Candi Pangkuan dipandang memiliki keterkaitan dengan konteks sejarah tersebut.
Tempat Bersemayam
Ditelisik dari asal usul nama Pangkuan untuk candi ini, dipercaya berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti tempat bersemayam atau pangkuan. Kata ini merujuk pada tempat suci untuk pemujaan atau peristirahatan roh leluhur. Masyarakat setempat meyakini, kawasan Candi Pangkuan ini dahulu merupakan tempat sakral yang digunakan untuk kegiatan spiritual dan keagamaan.


