“Bantuan logistik sudah di berikan, mulai makanan, minuman, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Kalau masih kurang akan kami tambah,” ujarnya.
Bantuan Lain
Selain bantuan darurat, pemerintah juga mulai menyiapkan hunian bagi warga terdampak. BNPB akan membangun huntara bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Sementara itu, warga yang memilih tidak menempati huntara akan menerima bantuan biaya sewa rumah sebesar Rp600 ribu per bulan. Bantuan tersebut di berikan hingga hunian tetap bagi warga terdampak tersedia.
“Untuk warga yang lokasi rumahnya sudah tidak memungkinkan di tempati lagi karena rawan bencana, nanti akan dipikirkan hunian tetapnya,” kata Suharyanto.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, seluruh perangkat daerah langsung bergerak cepat begitu bencana terjadi. Penanganan di lakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan yang telah diterapkan hingga tingkat desa.
“Dinas Kesehatan turun melalui layanan Speling, Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan bahan pokok, dan Dinas PUPR membantu alat penanganan di lapangan,” kata Luthfi.
Pemprov Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan senilai total Rp 124 juta. Bantuan yang di salurkan meliputi logistik makanan dan non-makanan dari BPBD dan Dinas Sosial. Serta bantuan beras dan mi mocaf dari Dinas Ketahanan Pangan. Selain itu, Dinas Kesehatan turut memberikan obat-obatan dan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir. Dinas Pendidikan juga menyalurkan perlengkapan sekolah untuk membantu kebutuhan para pelajar terdampak.
“Kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami juga berterima kasih atas dukungan BNPB dalam penanganan bencana di Jawa Tengah,” ujar Luthfi. (**)



