SLAWI, smpantura – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal bersama Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Tegal menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ke-5 Juru Sembelih Nusantara (JSN) di Aula Gedung Muslimat NU Kabupaten Tegal, Minggu (19/4/2026). Bimtek tersebut dilakukan agar penyembelihan hewan bisa dilakukan secara syar’i sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Hadir dalam Bimtek ke-5 JSN, Ketua MUI Kabupaten Tegal KH Tubagus Fahmi, Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Tegal, KH Idris Salis, Ketua JSN Kabupaten Tegal Kyai Minanurrohman, dan spesialis ahli asah pisau Gus Idris. Bimtek dibuka oleh Ketua MUI Kabupaten Tegal KH Tubagus Fahmi dengan menyerahkan sebilah golok kepada Ketua JSN Kabupaten Tegal, Kyai Minanurrohman.
KH Tubagus Fahmi dalam sambutannya mengatakan, Bimtek JSN merupakan agenda rutin hasil kerjasama MUI dan MDS Rijalul Ansor Kabupaten Tegal. KH Tubagus Fahmi berharap agar pelatihan JSN tidak hanya berkembang di lingkungan Rijalul Ansor, tapi juga diterapkan terhadap siapa saja, termasuk para pedagang ayam yang punya lapak dan penyembelih ayam di pasar-pasar seluruh Kabupaten Tegal.
“Praktek penyembelihan secara syar’i sesuai dengan tuntunan ajaran Islam wajib dilakukan semua orang saat menyembelih hewan. Tujuannya agar hewan yang dikonsumsi halal,” terang Ketua MUI Kabupaten Tegal itu.
Selain itu, KH Tubagus Fahmi juga berharap agar Pemkab Tegal membuat Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur dan mewajibkan pedagang ayam potong untuk menyembelih sesuai Syariat Islam. Ketua MUI Kabupaten Tegal menilai kehadiran penerimaan diperlukan agar masyarakat mengkonsumsi hewan disembelih secara halal.


