KPH Balapulang Bagikan Sharing Rp 1,5 M

SLAWI, smpantura – KPH Balapulang yang memiliki wilayah di Kabupaten Tegal dam Kabupaten Brebes membagikan dana sharing produksi kayu tahun 2019 dan 2020 senilai Rp 1,5 milyar (M).Dana itu dibagikan kepada 36 LMDH di dua wilayah tersebut.

Penyerahan sharing produksi kayu dilakukan ADM KPH Balapulang, Haris Setiana di Aula KPH Balapulang, Kamis (29/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Balapulang Ahmad Susyanto, Kepala CDK Wilayah V Tegal Didik, Ketua Paguyuban LMDH Amirudin, dan para Ketua LMDH dari Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Haris Setiana dalam sambutannya mengatakan, LMDH yang merupakan mitra pengelolaan sumber daya hutan selayaknya mendapatkan sharing produksi kayu, karena telah membantu Perhutani dalam pengamanan hutan.

Oleh karenanya, KPH Balapulang menyerahkan sharing produksi kayu untuk tahun 2019 dan 2020.

“Nilai sharing yang diserahterimakan dalam kesempetan ini sebesar Rp 1.525.769.135,” katanya.

Dijelaskan, dana sharing itu dibagikan untuk 36 LMDH yakni untuk LMDH Kabupaten Tegal sebesar Rp 741.915.082 dan di Kabupaten Brebes Rp 783.844.053.

BACA JUGA :  Atasi Kemacetan, Loket Tiket dan Parkir di Guci Dipindahkan

Sementara itu, sharing tahun 2019 sebesar Rp 750.761.221 terperinci di Kabupaten Tegal sebanyak 11 LMDH berada di tiga kecamatan sebesar Rp 423.434.786 dan di Kabupaten Brebes sebanyak 16 LMDH berada di tujuh kecamatan sebesar Rp 327.326.436.

Sementara itu, untuk sharing tahun 2020 sebesar Rp 774.994.914, terperinci di Kabupaten Tegal sebanyak 13 LMDH berada di tiga kecamatan sebesar Rp 318.480.296 dan di Kabupaten Brebes sebanyak 19 LMDH berada di enam kecamatan sebesar Rp 456.517.617.

“Sharing hasil produksi hanyalah salah satu dari sekian banyak manfaat yang diberikan oleh hutan kepada masyarakat. Banyak sharing yang sebenarnya lebih besar nilainya, namun jarang kita sadari yakni sharing manfaat hutan sebagai sumber pangan, energi, air, dan udara yang merupakan kebutuhan vital,” jelasnya. (T05-Red)

 

 

 

 

 

 

Scroll to top
error: