Kue Pastri Menjadi Tren Masa Kini

TEGAL, smpantura – Prodi D3 Perhotelan Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) Tegal adakan pelatihan pembuatan kue pastri (puff pastry) kepada 27 siswa SMK Pariwisata Muhammadiyah Slawi di Cafe Harber, akhir Agustus lalu.

“Kegiatan ini diadakan untuk mengenalkan pastri kekinian yang sedang menjadi trend dan juga untuk melatih keterampilan serta menambah pengetahuan siswa di bidang pastri dan bakeri,” ucap Ketua Prodi D3 Perhotelan Poltek Harber Puput Dewi Anggraeni.

Sebelum siswa diajak untuk membuat kue, Puput Dewi Anggraeni menerangkan tentang macam-macam kandungan protein dalam tepung terigu.

“Kadar protein dalam tepung terigu dibagi menjadi tiga, yaitu protein rendah, sedang, dan tinggi.Masing-masing jenis tepung berdasarkan kadar protein memiliki fungsinya sendiri untuk membuat bahan makanan, seperti kue,” kata Puput.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pelatihan bagaimana cara membuat puff pastry atau kulit pastri yang kemudian dibentuk menjadi berbagai jenis pastri, seperti croissant, croffle, danish dan raisin.

BACA JUGA :  Harga Beras Naik, Bulog Dropping Beras SPHP

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, siswa dapat mempraktikkan dan mengembangkan ilmu yang didapat di sekolah maupun di rumah masing-masing,” harap Puput.

Sementara itu, Guru Food and Beverage (FnB), Jurusan Perhotelan SMK Pariwisata Muhammadiyah Slawi, Wilujeng Lestari menyambut dengan senang acara tersebut.

“Ini sebagai pengenalan siswa kelas 10 yang nantinya dapat membimbing mereka. Pengetahuan anak-anak secara langsung dapat bertambah, karena kelas 10 belum ada mata pelajaran Food and Beverage,” kata guru yang akrab dipanggil Wiwi.

“Pelajaran kelas 10 masih mengenal dasar-dasar perhotelan, seperti housekeeping. Jadi saya merasa cukup terbantu sebagai guru Food and Beverage untuk lebih dulu mengenalkan anak-anak tentang FnB,” tambahnya.

Wiwi menuturkan, permintaan industri kepada lulusan SMK Pariwisata Muhammadiyah Slawi didominasi oleh servis atau pelayanan.

“Kalau permintaan produk, seperti membuat Food and Beverage di kami masih kurang, jadi kami merasa terbantu sekali dengan acara seperti ini,” kata Wiwi. (T03-red)

Scroll to top
error: