Pagelaran Seni Heritage Tegal Laka-Laka Siswa SMA 1 Slawi Pukau Penonton

SLAWI,smpantura – Pagelaran Seni Heritage Tegal Laka-Laka yang digelar SMA 1 Slawi di Aula Merah Putih berlangsung meriah dan sukses.

Penampilan para siswa dalam pagelaran itu memukau penonton yang merupakan wali murid kelas X.
Para siswa-siswi terlihat melihat percaya diri saat tampil menyanyi, menari, baca puisi, monolog, bermain drama dan pentas bela diri silat di atas panggung.

Pagelaran seni tersebut merupakan perayaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema kearifan lokal. Masing-masing kelas tampil dengan kreativitasnya.

Para siswa bekerjasama menuangkan kreativitasnya mulai dari menyusun cerita, membuat dekorasi panggung yang apik, menyusun musik pengiring hingga memilih kostum.

Melalui kegiatan itu, para siswa kelas X mengenalkan warisan budaya Tegal kepada penonton.

Warisan budaya yang diusung mulai bahasa lokal, kerajinan batik tulis, makanan khas seperti tahu aci, kacang bogares, kerupuk antor, glotak , pilus, manisan pepaya.

Tak ketinggalan tempat wisata yang ikonik seperti Guci dan Waduk Cacaban, termasuk tradisi moci yakni tradisi minum teh dalam tempat air bercerat terbuat dari tembikar atau tanah liat dengan cangkir kecil yang juga terbuat dari tanah liat.

Pagelaran makin meriah dengan tampilnya sejumlah tari-tarian, seperti Tari Guci, Kuntulan,Topeng Endel, dan tradisi Manten Tebu, yang biasa dilakukan masyarakat menjelang giling tebu di pabrik gula.

Lagu-lagu dengan bahasa Tegal juga dinyanyikan siswa, salah satunya lagu berjudul Galawi, yang diciptakan Imam Syarifudin atau dikenal Imam Joend dan dipopulerkan oleh Agus Riyanto, Bupati Tegal yang menjabat 2004-2009 dan 2009-2014.

BACA JUGA :  Rehab SMPN 1 Kramat Diduga Asal-Asalan

Siswa-sisiwi juga mengangkat tokoh Mardiyah, sosok legendaris tersohor di Tegal. Perempuan tersebut dikenal dengan kekayaannya yang melimpah.

Hingga di masyarakat muncul kata-kata Duite Mardiyah (uang Mardiyah) saat mengekspresikan tidak mempunyai uang.

Kepala SMA 1 Slawi Sunarni menyampaikan , kegiatan pagelaran seni Heritage Tegal Laka-Laka merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-59 SMA 1 Slawi. Selain itu sebagai pelaksanaan kurikulum merdeka yang digariskan pemerintah.

“Anak-anak sangat kreatif. Masih kelas X bisa menggelar acara ini. Merancang sebuah projek kemudian menampilkan, tentu butuh kerjasama yang sangat bagus, kuat dan solid,”tuturnya.

Sunarni menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi semua karya anak didiknya. Para siswa telah berlatih mengembangkan daya nalar dan kreativitasnya.

“Saya sangat bangga dan apresiasi karya anak-anak yang sangat spektakuler dan luar biasa. Anak-anak berlatih menggali dana,mengelola projek dan bekerjasama,”katanya.

Sunarni menjelaskan penguatan profil pelajar Pancasila adalah program yang ada dalam kurikulum merdeka, yang bertujuan untuk menguatkan karakter siswa.

Menurutnya, ada enam karakter dalam penguatan profil pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, berkebinekaan global, bergotong royong dan kreatif.

Pada penguatan profil pelajar Pancasila, SMA 1 Slawi mengambil tiga tema projek, yakni kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan dan kewirausahaan.

Pada projek kedua gaya hidup berkelanjutan yang akan dilaksanakan akhir September 2022, siswa-siswa akan diajar bagaimana berbudaya dan cinta lingkungan.

Adapun pada projek ketiga kewirausahaan, siswa-siswi akan digembleng agar memiliki jiwa kewirausahaan. (T04_Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: