Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Terhenti

-Pekerjaan Baru Tercapai 45,6 Persen

SLAWI, smpantura – Pembangunan gedung untuk perluasan layanan perpustakaan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tegal sudah beberapa waktu ini terhenti. Bahkan material yang masih tersisa seperti batu bata telah dipindahkan dari lokasi pekerjaan pada Senin (28/11).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Eko Jati Suntoro membenarkan terhentinya pekerjaan pembangunan pada bangunan tiga lantai itu. Menurut Eko terhentinya pekerjaa karena kekurangan tenaga kerja dan material. Pihaknya masih menunggu kabar dari rekanan terkait kesanggupan menyelesaikan pembangunan gedung itu.

Pembangunan gedung untuk perluasan layanan perpustakaan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tegal sudah beberapa waktu terhenti. Progress pembangunan baru tercapai 45,6 persen dari target 90 persen.

“Kami menunggu. Kami beri waktu sampai 6 Desember ini . Nanti kita lihat di lapangan. Sementara ini komunikasi dengan yang bersangkutan masih belum punya kemampuan/kesanggupan untuk melaksanakan rekomendasi dari kami, agar melakukan percepatan,”jelas Eko Jati , Senin (28/11).

Eko menyebutkan, progress pembangunan sampai saat ini baru tercapai 45,6 persen.Realisasi ini jauh dari target yang seharusnya sudah mencapai 90 persen. Proyek pembangunan gedung untuk perluasan layanan perpustakaan dikerjakan oleh CV Citra Bersama dari Kota Tegal. Sesuai kontrak pembangunan dimulai 13 Juni sampai dengan 13 Desember 2022.

Pembangunan menggunakanan dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan Perpusnas dengan pagu sebesar Rp 2,9 miliar, sedangkan nilai lelang sebesar Rp 2,4 miliar.

Keterlambatan progress pembangunan sudah dirasakan sejak lama. Bahkan mulai September progress pembangunan mulai menurun hingga saat ini.

“ Material yang seharusnya ada, tidak ada. Pekerjanya juga terus berkurang. Bukan di pasaran tidak ada materialnya atau tidak ada uangnya,”sebutnya.

Adapun pembangunan yang harus segera diselesaikan saat ini adalah pembangunan atap, dinding dan lantai.

Jika setelah tanggal 6 Desember tidak ada progress, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan. Hasil evaluasi bisa mengarah kepada pemutusan kontrak.

BACA JUGA :  Simpan 17,86 Gram Tembakau Gorila, Warga Bandasari Ditangkap

“Kami akan minta pada Unit Layanan Pengadaaan (ULP) untuk mengevaluasi pemenang berikutnya. Kan ada tiga pemenang , nomor satu adalah CV Citra Bersama yang sekarang melaksanakan pembangunan,”ungkpanya.

Tapi sementara ini, lanjut Eko, pemenang kedua dan ketiga tidak punya kemampuan untuk mengambil alih pekerjaan, karena pertimbangan waktu, dan sudah memiliki pekerjaan lain.

Apabila proyek tersebut tidak bisa berlanjut , maka akan dilakukan putus kontrak dengan rekanan. Jika tidak ada penerusnya maka tahun ini proyek akan berhenti. Pihaknya akan mengusulkan kepada Bupati Tegal supaya anggaran sisa salur dari DAK pusat disalurkan ke kas daerah.

Dari anggaran yang ada , kata Eko sudah dimanfaatkan sekitar 30 persen. Dan rekanan masih memiliki hak 20 persen lagi. Sisa salur uang di kas daerah nantinya masih sebesar Rp 1 miliar lebih.

“Itu yang akan diusulkan dinas kepada bupati, supaya bupati mengalokasikan penerusan pembangunan di tahun 2023 dengan proses dari nol lagi,”tuturnya.

Apabila tahun depan kelanjutan pembangunan teralokasikan , maka pihaknya akan segera melakukan lelang cepat . Diharapkan Januari sudah bisa proses lelang.

“Proses keuangan menunggu evaluasi gubernur sembari gubernur mengevaluasi RAPBD yang kemarin digedog dewan, kita masukkan materi pembangunan ini di evaluasi gubernur.

Kalau evaluasi masuk, kita proses selanjutnya, sehingga kita harapkan gedung yang sudah 3 lantai ini bisa dilanjutkan pembangunannya. Kalau kita tidak ambil strategi itu, dikhawatirkan bangunan mangkrak,”imbuhnya.

Rencananya, bangunan tiga lantai akan diperuntukkan untuk layanan perpustakaan. Lantai 1 untuk anak-anak, lantai 2 untuk pelajar/mahasiswa dan lantai 3 untuk umum. (T03-Red)

Scroll to top
error: