Pemkab Brebes Tahun ini Fokus Empat  Sasaran Prioritas, DPA APBD Diserahkan

BREBES, smpantura – Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin, menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2023 kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajarannya, kemarin, di ruang rapat lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Pemkab Brebes. DPA yang totalnya mencapai Rp 3.161.048.134.894 itu, difokuskan pada empat sasaran prioritas pembangunan daerah.

“Fokus kinerja Pemkab Brebes tahun ini (2023-red), memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrim, percepatan penanganan stunting, peningkatan layanan kesehatan dan mendongkrak IPM,” ungkap Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin, usai kegiatan yang dihadiri seluruh jajaran di Pemkab Brebes.

Dia mengungkapkan, mekanisme penjabaran program prioritas, langsung ditugaskan ke semua OPD pengampu dan instansi terkait. Yakni, dengan mengintegrasikan semua unsur dan komponen dalam mewujudkan target Brebes Madani, Maju dan Sejahtera. Penanganan kemiskinan ekstrim misalnya, ditopang realisasi BLT Dana Desa dan OPD pengampu. Termasuk, Dinsos yang terus menggeber bantuan sosial ke KPM.

BACA JUGA :  Rem Tidak Berfungsi, Jadi Penyebab Kecelakaan Truk Kontainer yang Merenggut Dua Korban Jiwa di Bumiayu

“Khusus percepatan penurunan stunting dan kesehatan, nanti digenjot lewat Dinkes dengan optimalisasi program pendampingan. Termasuk, capaian Universal Coverage Health dan PMT merangkul OPD terkait,” ungkapnya.

Menurut dia, penanganan kemiskinan ekstrim juga akan didongkrak melalui pemberdayaan pengangguran terbuka. Sebab, jumlahnya masih 9,48 persen, dan menjadi target penyediaan lapangan kerja. Terakhir, fokus peningkatan IPM akan digenjot Dindikpora melalui program Pendidikan sepanjang hayat. “Tujuannya, agar usia anak putus sekolah dan level pendidikan bisa lebih terangkat,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Djoko Gunawan menambahkan, rincian penyerahan DPA Tahun 2023 menjadi kewajiban Pemkab dalam merealisasikan kinerja semua OPD. Rinciannya, jumlah pendapatan total mencapai Rp 3.024.875.744.487. Sedangkan, rincian belanja meliputi Rp 2.243.387.957.055 untuk belanja operasional.

“Untuk belanja modal sebesar Rp 408.441.580.886. Sedangkan belanja tak terduga Rp 8 miliar, dan Belanja Transfer sebesar Rp 501.218.596.953,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: