Pemkab Gandeng Bank TGR Gelar Padat Karya di 29 Lokasi

SLAWI, smpantura – Pemkab Tegal bekerja sama dengan PT BPR Bank TGR melaksanakan program Padat Karya di sebanyak 29 lokasi, di Kabupaten Tegal. Program Padat Karya sebagai penanganan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) itu, dibuka Bupati Tegal Umi Azizah di Taman Rakyat Slawi, 18 Oktober lalu.

Bupati Tegal, Umi Azizah melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Muchtar Mawardi mengatakan, pelaksanaan program padat karya yang tersebar di 29 lokasi, sebagai upaya Pemkab Tegal membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Kegiatan Padat Karya itu dilaksanakan mulai tanggal 10 Oktober hingga 11 November mendatang. Sedangkan untuk pekerjaannya mulai dari penataan RTH Taman Rakyat, pembersihan sungai, pembersihan salter, pembersihan rumput hingga pembersihan hutan kota. “Dari padat karya ini, mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan,” katanya.

Menurut dia, para peserta pada karya itu, merupakan usulan dari setiap desa yang menjadi lokasi kegiatan. Namun peserta yang diusulkan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, usia minimal 18 tahun dan maksimal 62 atau usia produktif, bukan ASN/ TNI/ Polri, dan pekerja membawa alat kerja sendiri. Para peserta padat karya itu, nantinya mendapatkan upah Rp 80.000 per hari untuk pekerja biasa, dan Rp 105.000 per hari untuk mandor. Mereka bekerja selama 5 jam, mulai pukul 08.00 – 12.00 setiap harinya. “Untuk pembayaran upah peserta padat karya ini, kami menggandeng Bank TGR. Nantinya upah dibayar nontunai atau melalui transfer dan tidak dipotong pajak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Penataan Pedagang Pasar Margasari Ditarget Selesai Sepekan

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank TGR, Ahmad Efendi mengatakan, Bank TGR dalam program padat karya mengatasi dampak kenaikan BBM itu, dipercaya Pemkab Tegal untuk menyalurkan seluruh pembayaran upah peserta padat karya. Bank TGR juga akan menfasilitasi semua peserta padar karya untuk membuat rekening bank, dan tanpa dipungut biaya administrasi. Sebab, pembayaran upah itu nantinya diberikan secara nontunai atau transfer di rekening peserta. “Bank kami dipilih untuk mendukung pelaksanaan padat karya ini, karena sebagai bank yang sahamnya 100 persen milik Pemerintah Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: