“Insyaallah nanti rutin setiap bulan, kemungkinan minggu pertama,” jelasnya.
Warga Kota Semarang, Ariyani, memanfaatkan layanan tersebut untuk memperbarui foto KTP, karena kini telah berhijab. Dia mengaku proses pelayanan berjalan tertib dan cepat.
“Tadi saya dapat antrean nomor 56. Kurang lebih 15 menit di panggil, langsung jadi, dan bisa di bawa pulang,” ujarnya.
Menurut Ariyani, layanan jemput bola seperti ini memudahkan masyarakat yang selama ini kesulitan meluangkan waktu datang ke kantor Dukcapil. Dia berharap layanan serupa bisa di perluas hingga tingkat kecamatan atau kelurahan, agar lebih dekat dengan warga.
“Harapannya bisa tidak hanya di kantor gubernur, tapi juga di kelurahan atau kecamatan. Jadi warga tidak harus ke tengah kota,” katanya.
Warga lainnya, Sasa, mengaku puas dengan pelayanan yang di terimanya, saat memperbaiki KTP yang fotonya sudah pudar.
“Pelayanannya bagus, cepat banget, enggak sampai satu jam sudah jadi dan gratis juga,” ujarnya.
Hal serupa di ungkapkan warga Kota Semarang, Sigit Ardianto. Dia mengatakan, petugas pelayanan sangat ramah dan membantu proses penggantian KTP miliknya, yang nomor induk kependudukannya sudah tidak terlihat.
“Saya tinggal sebentar karena ada agenda, pas balik ternyata sudah selesai. Petugasnya sangat membantu,” katanya.
Sigit berharap, informasi mengenai program pelayanan publik seperti ini dapat di sosialisasikan lebih masif hingga tingkat RT/RW, agar semakin banyak warga mengetahui manfaatnya.
Berdasarkan data Dispermasdesdukcapil Jateng hingga 31 Maret 2026, jumlah perekaman e-KTP di Jawa Tengah telah mencapai 28.993.175 atau 99,30 persen. Untuk menuntaskan perekaman, pemerintah terus melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah, rumah penyandang disabilitas, serta lansia.(**)


