Pemprov Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan lahan pertanian tetap terjaga dan tidak mudah beralih fungsi. Ke depan, lahan yang telah di tetapkan sebagai kawasan pertanian akan di lindungi secara ketat.

“Kami sedang berproses bersama kabupaten/kota untuk memastikan lahan pertanian terlindungi. Ini penting agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pemprov Jateng mendorong peningkatan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Khususnya daerah tangkapan air yang berperan penting dalam sistem pertanian.

Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, menyampaikan apel ini di ikuti oleh 300 penyuluh pertanian dari 17 kabupaten/kota serta 300 Duta Petani Milenial.

Kegiatan ini di arahkan untuk memperkuat kolaborasi antara petani milenial dan penyuluh dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata. Bukan hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ammy Amalia Jadi Plt Bupati, Pelayanan Publik Cilacap Tak Boleh Terganggu

Ia menambahkan, pengembangan petani milenial terus menunjukkan tren positif. Jaringan petani muda di Jawa Tengah kini telah berkembang hingga hampir 35 ribu orang sejak 2019.

Upaya perubahan stigma juga terus di lakukan, agar sektor pertanian semakin di minati generasi muda sebagai profesi yang produktif dan menjanjikan.

“Stigma anak muda terhadap pertanian memang identik dengan kotor, kucel, kumuh, tidak keren gitu ya. Lah itulah upaya kami dari Duta Petani Milenial untuk mengubah stigma itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan program swasembada pangan 2026 sejalan dengan visi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.