Target luas tanam padi pada 2026 di tetapkan mencapai 2,38 juta hektare, dengan realisasi hingga saat ini sebesar 683.782 hektare.
“Setiap hari, penambahan tanam mencapai rata-rata 7.000 hingga 8.000 hektare” ujarnya.
Dikatakan, produksi padi hingga Mei 2026 diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton gabah kering giling dari target total 10,55 juta ton.
Selain padi, berbagai komoditas lain juga terus didorong. Produksi cabai tercatat 80.892 ton, bawang merah 144.705 ton, serta daging sapi 245.747 ton.
“Jawa Tengah juga menjadi kontributor utama produksi bawang putih nasional dengan capaian 63,9 persen,” ucapnya.
Untuk mendukung percepatan produksi, diterapkan berbagai strategi, antara lain peningkatan indeks pertanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem percepatan tanam berkelanjutan atau pola “sepur”, yang mengintegrasikan proses panen hingga tanam secara cepat guna mengoptimalkan lahan.
“Ini adalah optimalisasi lahan untuk intensifikasi dan percepatan luas tambah tanam di Jawa Tengah,” pungkasnya. (**)


