Proyek DAK Tak Tuntas, Bayu : Bisa Jadi Beban APBD

TEGAL, smpantura – Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Bayu Arie Sasongko, menyoroti sejumlah pelaksanaan proyek pembangunan yang berlangsung di Kota Bahari.

Pasalnya, sisa waktu efektif 2022 untuk pembangunan yang bersumber pada APBD maupun maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, memiliki konsekuensi jika tidak tuntas 100 persen.

“Konsekuensi yang kemungkinan bisa terjadi adalah akan menjadi beban APBD, jika pekerjaannya tidak tuntas sesuai tenggat waktu akhir tahun ini,” katanya.

Salah satu yang disoroti Anggota DPRD dari Fraksi PKS itu adalah proyek penggantian pipa PDAM yang saat ini sedang dikerjakan di Kecamatan Tegal Selatan.

Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), Bayu turut menyampaikan dua hal, utamanya terkait tenggat waktu.

“Pelaksanaan harus benar-benar diawasi. Apalagi penggantian saluran pipa itu krusial dan dibutuhkan. Sebab, PDAM selama ini menyampaikan banyak terjadi kebocoran pada jaringan yang lama,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan jangan sampai program tersebut kemudian merusak program yang lain.

“Proyek penggalian itu kan imbasnya kemana-mana. Saat ada penggalian, itu berarti kondisi jalan yang sudah bagus akan digali,” jelas Bayu.

BACA JUGA :  Dibuka 1 Mei, Ini Ketentuan Pendaftaran Bakal Caleg DPRD

Dalam pelaksanaan DAK, lanjut Bayu, harus mengcover juga biaya perbaikan kondisi jalan yang terkena penggalian agar bisa kembali seperti semula.

“Kalau jalan aspal yang kena galian, ya harus kembali ke aspal lagi. Jika paving, ya paving lagi,” tegasnya.

Bayu menambahkan, bahwa hal tersebut harus dilakukan segera karena benturannya dengan banyak hal.

“Perbaikan jalan akibat penggalian jika dibiarkan atau tidak segera diselesaikan, galian akan masuk saluran air. Padahal kita sedang berupaya unuk menormalisasi saluran dan pembersihan saluran,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar bisa memaksimalkan penyerapan program yang bersumber pada APBD murni 2022 maupun APBD perubahan 2022.

“Jangan sampai melewati waktu yang ditetapkan. Kita perlu berkaca pada proyek City Walk Jalan Ahmad Yani. Jika tidak selesai tepat waktu, banyak pihak yang dirugikan. Terutama masyarakat,” tegasnya. (T03-Red)

Scroll to top
error: