Puluhan Guru PAUD di Brebes Digembleng Penerapan Aplikasi PBD

BREBES, smpantura – Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) digembleng bimbingan teknis (bimtek) terkait Perencanaan Berbasis Data (PBD), selama dua hari, sejak 18 Oktober lalu. Bimtek yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bidang Pembinaan PAUD PNF ino, bekerja sama dengan direktorat PAUD.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD PNF Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Hendra Pradistyo Busono mengatakan, bimtek diikuti sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan dari 17 Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD kecamatan se- Kabupaten Brebes, bertempat di Gedung sekretariat IGTKI Kabupaten Brebes. Dalam kegiatan ini, para peserta dilatih dan praktik langsung terkait penerapan aplikasi Perencanaan Berbasis Data (PBD). Selain itu, mereka juga diberikan materi menyangkut kebijakan daerah,
Pemanfaatan rapor pendidikan dan peran Pusat Kegiatan Gugus (PKG).

“Bimtek ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman fungsi dan manfaat rapor pendidikan, PBD serta keterkaitan antara rapor pendidikan dan PBD untuk mendukung program Lingkungan Belajar Berkualitas. Sehingga, satuan PAUD mampu menggunakan aplikasi PBD untuk menyusun Rencana Kerja Tahunan ( RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) berdasarkan kebutuhan lembaga, sesuai evaluasi berdasarkan rapor pendidikan lembaga,” terangnya, Rabu (26/10).

BACA JUGA :  Mantan Karyawan Deppen Ngumpul Setelah 25 Tahun Terpisahkan

Menurut dia, dalam bimtek tersebut materi disampaikan oleh 4 narasumber yang kompeten. Yakni, dari unsur Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Penilik, IGTKI dan PKG. Mereka sebelumnya juga mengikuti bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD. “Para peserta ini merupakan perwakilan dari kecamatan, dan berkewajiban untuk mengimplementasikan kepada satuan PAUD di bawah binaannya,” ucapnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, pendidik dan tenaga kependidikan merupakan fondasi dari PAUD berkualitas. Kapasitas dan keseriusan mengelola PTK menjadi perhatian. Untuk mewujudkannya, ada 4 elemen yang harus dibenahi. “Yakni, kualitas proses pembelajaran, kemitraan dengan orang tua, dukungan pemenuhan layanan esensial Anak Usia Dini di luar pendidikan, kepemimpinan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM),” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: