Ribuan Pasang Mata Saksikan Pertunjukan Teater Turah di Taman Budaya Tegal

TEGAL, smpantura – Pertunjukan ‘Turah’ yang beralih wahana dari film ke teater, menjadi pengalaman baru bagi penonton, khususnya warga Kota Tegal dan sekitar.

Ribuan pasang mata menjadi saksi, bagaimana pertunjukan teater ‘Turah’ yang berlangsung di Taman Budaya Tegal (TBT) disuguhkan dengan sangat epik, Jumat (9/2/2024) malam.

Film yang dirilis pada 16 Agustus 2017 itu dikemas dalam bentuk teater, tanpa menyampingkan benang merah yang disampaikan.

Sutradara Teater Turah, Rudi Iteng menyebut bahwa, seni pertunjukan dikemas lebih menarik bersama para seniman yang tergabung di TeaterQi.

“Pertunjukan ini menjadi produksi yang ke-33. Alhamdulillah antusias penonton sangat tinggi dan kami sangat mengapresiasi,” terangnya.

Rudi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton yang telah mendukung pertunjukan yang digelar selama dua hari, terhitung 8-9 Februari 2024.

Di hari pertama, penonton mengular sesaat sebelum pintu teater dibuka. Mereka rela antre, demi menyaksikan pertunjukan teater ‘Turah’ yang beralih wahana dari film yang disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo.

Tidak berbeda di hari kedua, ratusan penonton berjubel di depan pintu masuk. Beberapa dari penonton juga memanfaatkan booth foto untuk mengabadikan momen.

BACA JUGA :  Kadisdikbud Lantik 41 Guru Dalam Jabatan Fungsional

“Suatu kehormatan bagi kami, karena pertunjukan hari pertama dihadiri Sutradara film Turah, Wisnu dan hari kedua juga hadir para pemain Turah,” imbuhnya.

Selama hampir 60 menit, penonton disuguhkan pertunjukan yang luar biasa. Mulai dari penataan tempat yang dibuat mirip dengan lokasi Kampung Tirang, didukung dengan penataan cahaya serta musik yang canggih.

Ribuan mata penonton seakan disulap menyaksikan adegan demi adegan. Tak jarang, penonton juga memberikan tepuk tangan atas pertunjukan teater yang dibawakan penuh penjiwaan dari masing-masing karakter.

Gelak tawa juga turut mengiringi pertunjukan, saat para pemain memerankan adegan yang cukup jenaka.

“Campur aduk, tidak berbeda jauh dengan film yang diputar lima tahun lalu. Pemeran Jadag, Turah dan Juragan Darso juga mengingatkan film aslinya. Top markotop, terima kasih sudah menyuguhkan kami seni pertunjukan yang luar biasa,” ucap salah satu penonton, Syakur usai pementasan. (T03-Red)

Scroll to top
error: