Tegal  

Saluran Tak Konek, Genangan Kelurahan Krandon Dipetakan untuk Penanganan

“Kita akan menyatukan satu solusi agar air bisa dialirkan. Termasuk memanfaatkan pompa Gebang 2 dengan mengoneksikan jalur-jalur yang ada,” tambah Agus.

Anggota DPRD Kota Tegal, Muslim, yang turut meninjau lokasi, menyebut persoalan utama genangan air di Krandon terletak pada tidak terhubungnya saluran satu dengan lainnya.

“Memang terlihat jelas salurannya tidak konek. Akibatnya, air menggenang di permukiman warga,” kata Muslim.

Selain itu, terdapat limpahan air dari wilayah sekitar yang masuk ke Kelurahan Krandon dan Kaligangsa.

Kondisi geografis Krandon yang cekung seperti mangkuk membuat wilayah tersebut membutuhkan penanganan khusus.

“Kalau melihat letaknya, Krandon ini cekung. Jadi tidak bisa ditangani secara parsial, perlu penanganan khusus dan menyeluruh,” ujar Muslim.

BACA JUGA :  Dosen Poltek Harber, Dampingi Pengolah Ikan Lokal Tembus Pasar Global

Sementara itu, anggota DPRD Kota Tegal lainnya, Zaenal Nurohman, menilai langkah Pemkot Tegal yang turun langsung ke lapangan merupakan langkah tepat sebagai dasar penyusunan kebijakan anggaran.

“Ini langkah yang bagus. Setelah ini akan kita bahas sebagai isu strategis dan menjadi prioritas di Badan Anggaran DPRD bersama TAPD,” kata Zaenal.

Zaenal menyebut, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan genangan air di Kelurahan Krandon mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Dengan pemetaan langsung di lapangan, diharapkan penanganan ke depan tidak lagi bersifat parsial.

“Harapannya, penyelesaian genangan air di Krandon bisa dilakukan secara integral dan berkelanjutan,” ujar Zaenal. (**)