Brebes  

Setahun Kepemimpinan Paramitha-Wurja, Begini, Lompatan Pembangunan di Brebes

Kemudian, di bidang kesehatan, layanan ibu dan anak menjangkau 20.298 ibu hamil, 21.944 ibu bersalin, serta pemantauan terhadap 113.759 balita untuk menekan angka stunting.

“Program Tenaga Kesehatan Door to Door melayani lebih dari 204.000 warga, dan 89.929 warga memperoleh perlindungan melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda),” jelasnya.

Tak hanya itu, katanya, melalui Program Bedah Rumah telah memperbaiki 1.375 unit rumah tidak layak huni. Sementara jambanisasi menjangkau 1.581 rumah tangga. Peningkatan jalan lingkungan sepanjang 32,17 kilometer serta pemasangan 827 titik penerangan jalan turut di lakukan untuk mendukung aktivitas warga.

Di sektor pendidikan, renovasi dilakukan di 239 sekolah. Program Kesempatan Kedua menjangkau 13.081 warga dewasa, Program Satu Keluarga Satu Sarjana memberi beasiswa kepada 480 mahasiswa. Program Gas Rolas juga berhasil mengembalikan 628 anak ke bangku sekolah.

BACA JUGA :  Ratusan KK di Brebes Belum Nikmati Listrik PLN, Ini Langkah Pemkab dan PLN

“Pemerintah juga melengkapi sejumlah sekolah dengan laboratorium IPA dan komputer untuk mendukung modernisasi pembelajaran,” ujarnya.

Pelayanan Basis Digital

Lebih lanjutnya mengatakan, pada pelayanan administrasi kependudukan telah di fasilitasi bagi 773.798 warga dengan layanan yang lebih cepat dan mudah. Program layanan keliling digelar di wilayah terpencil. Sehingga warga tidak perlu jauh-jauh ke kantor kecamatan. Integrasi data kependudukan dengan berbagai dinas dilakukan untuk memastikan akurasi dan memudahkan verifikasi penerima manfaat program pemerintah.

Transformasi digital menjadi perhatian melalui program Brebes Merdeka Internet yang menyediakan akses internet gratis di ruang publik seperti Alun-alun Brebes, kawasan Monumen Perjuangan, dan sentra wisata kuliner. Ketersediaan akses internet tersebut dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas akses informasi, serta mempercepat transformasi digital di daerah.