“Kami mendesak agar pemerintah bisa mengendalikan bawang merah bombay mini tidak di jual belikan di Indonesia, karena jelas bisa merugikan para petai lokal,” ucapnya kepasa wartawan.
Terpisah, Rohman (45) petani bawang merah asal Desa Tengki mengaku, sudah mendapatkan informasi terkait beredarnya bawang merah bombay mini ilegal tersebut. Jika itu dibiarkan, jelas akan merusak harga bawang merah lokal. Apalagi, petani di Brebes saat ini sedang memasuki musim tanam bawang merah.
“Saat ini petani baru memasuki musim tanam bawang merah. Bukan tidak mungkin saat musim panen dua bulan kedepan, jika bawang merah bombay mini beredar di pasaran Brebes maka harga bawang merah lokal akan rusak,” pungkasnya. (**)


