Sinergi Kolaborasi Bakesbangpol dan Kelurahan Tunon Wujudkan Zero Stunting

TEGAL, smpantura – Sejumlah balita stunting di Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, mendapatkan bantuan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal, sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tegal Nomor 441.8/ 001.

Bantuan diberikan Kepala Bakesbangpol, Budi Saptaji, didampingi Lurah Tunon, Aris Purwanto, saat melakukan monitoring program Sajian Hidangan Masyarakat Tunon untuk Cegah Stunting (Jidangan Ratu Ceting) pada, Selasa (2/7) kemarin.

Dikatakan Budi, sebagai bapak asuh dari warga Kelurahan Tunon, Bakesbangpol akan mendukung program Jidangan Ratu Ceting yang menjadi inisiasi kelurahan setempat. Dengan adanya kerja sama, sinergi dan kolaborasi itu, diharapkan zero kasus di Kelurahan Tunon dapat terwujud.

“Stunting merupakan kondisi yang dapat memberikan banyak sekali dampak negatif bagi kesehatan hingga kemampuan sosial anak. Dengan memberi gizi dan nutrisi yang baik serta cukup kepada anak, dapat mencegah terjadinya berbagai macam gangguan kesehatan,” jelasnya, Selasa (9/7).

BACA JUGA :  Tahun 2024, UPS Terima Mahasiswa Kedokteran

Selain itu, pencegahan stunting juga bisa dilakukan dengan 4T + 1P, yakni Tidak terlalu muda menikah, tidak terlalu tua hamil (tidak lebih dari 35 tahun), tidak terlalu banyak anak dan jarak persalinan yang tidak terlalu sering plus penuhi gizi anak.

“Anak-anak adalah masa depan orang tua dan bangsa. Yuk cegah stunting pada anak-anak dengan memberikannya zat gizi dan nutrisi yang baik dan cukup untuk tubuhnya,” ajak Budi.

Sementara itu, Lurah Tunon, Aris Purwanto mengatakan, kunjungan bersama bapak asuh anak stunting menjadi awal untuk melakukan program Jidangan Ratu Ceting.

Program tersebut menyempurnakan program-program penurunan stunting yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Tegal, melalui Dinas Kesehatan maupun Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Menurutnya, percepatan penurunan stunting juga menyasar para calon pengantin yang diberikan pendampingan oleh Kader TPK dan KUA. Termasuk juga program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan baduta yang dilaksanakan Dinkes. (T03_Red)

Scroll to top
error: