BREBES, smpantura – Longsor yang terjadi di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Minggu (8/3/2026), menyeret bangunan MCK sekolah dan membuat aktivitas belajar siswa dipindahkan sementara ke Madrasah Diniyah Muhammadiyah Cilibur.
Koordinator Penanganan Bencana Posko Bumiayu BPBD Kabupaten Brebes, Budi Sujatmiko, mengatakan pemindahan dilakukan sebagai langkah antisipasi karena kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih labil.
“Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, aktivitas siswa dipindahkan ke Madrasah Diniyah Muhammadiyah Cilibur,” ujar Budi, Senin (9/3/2026).
Budi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar titik longsor karena dikhawatirkan masih berpotensi terjadi longsor susulan.
Sementara itu, warga Desa Cilibur, Wasgito, menuturkan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat beberapa hari sebelum kejadian. Saat itu, ruas jalan Cilibur–Plompong yang berada tepat di bawah sekolah lebih dulu mengalami longsor, menyeret sebagian badan jalan.
“Kondisi jalan semakin parah karena hujan lebat yang terus mengguyur beberapa hari terakhir. Malam sebelum kejadian, kawasan ini diguyur hujan deras sehingga tanah semakin labil,” jelas Wasgito.
Ia menambahkan, longsor susulan akhirnya terjadi pada Minggu pagi (8/3/2026) sekitar pukul 08.30, hingga menyeret bangunan MCK SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Langkah pemindahan aktivitas belajar ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan siswa dan guru, sambil menunggu kajian lebih lanjut dari Dinas ESDM Provinsi terkait stabilitas tanah di lokasi. (**)


