Menurut Luthfi, layanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di rumah sakit. Karena itu, seluruh RSUD milik Pemprov Jawa Tengah di minta aktif menerjunkan dokter spesialis ke desa-desa.
Khusus di Banjarnegara, pelayanan Speling di pusatkan melalui RSUD Dr Margono Soekarjo dengan melibatkan rumah sakit milik pemerintah daerah maupun swasta agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih menyeluruh.
“Masyarakat desa bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis, di periksa dokter spesialis, penanganan stunting, layanan kesehatan jiwa, dan lainnya langsung di wilayah mereka,” ujarnya.
Fokus Program
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan, program Speling masih berjalan sesuai target dan akan terus di perkuat sepanjang 2026. Fokus utama program tetap pada deteksi dini kanker mulut rahim, tuberkulosis, kesehatan jiwa, serta layanan bagi ibu hamil dan balita.
“Kami tidak berhenti di deteksi dini. Setelah di temukan, akan ada tindak lanjut pengobatan dan pendampingan agar kesehatan masyarakat meningkat secara holistik,” katanya.
Di jelaskan, penanganan TBC di lakukan melalui program TOS atau Temukan, Obati, dan Selesaikan Pengobatan. Langkah tersebut di nilai penting karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia.
“Semakin cepat TBC di deteksi dan di obati, semakin cepat pula rantai penularannya bisa di putus. Speling sangat mendukung upaya itu karena terintegrasi dengan program Kementerian Kesehatan,” ujar Zulfachmi.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalka Desiana, mengatakan, program Speling sangat membantu daerahnya yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga dokter spesialis.



