TEGAL, smpantura – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mengubah Stasiun Meteorologi Tegal, menjadi Stasiun Meteorologi Maritim Tegal, karena potensi kabaharian yang ada di Kota Tegal.
Hal itu di sampaikan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, usai menghadiri sekolah lapang cuaca nelayan (SLCN) 2024. Kegiatan ini di adakan di Auditorium Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal, Kamis (4/7).
Menurutnya, BMKG khususnya meteorologi memiliki tiga unit pelaksana teknis (UPT), yakni Stasiun Meteorologi Maritim, Stasiun Meteorologi Sinoptik dan Stasiun Meteorologi Penerbangan.
Sebagai informasi, Stasiun Metorologi Tegal berdiri pada tahun 1976 yang sebelumnya berlokasi di Tegal Timur. Sekarang beralih di Jalan Kolonel Sugiono sejak tahun 1986 sampai sekarang, dengan luas tanah 4.335 meter persegi.
“Tegal pada waktu itu, di bangun sebagai Stasiun Meteorologi Sinoptik, untuk mengamati unsur-unsur meteorologi permukaan. Karena fungsinya kurang optimal, sempat akan di pindahkan ke daerah Batu Licin, Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Namun demikian, dengan melihat potensi Kota Tegal sebagai Kota Bahari, maka rencana pemindahan itu di tanggalkan dan diubah menjadi Stasiun Meteorologi Maritim.
“UPT Stasiun Meteorologi Maritim ini tentunya akan mendukung seluruh kegiatan nelayan di perairan. Termasuk transportasi laut, pelestarian lingkungan laut dan kegiatan untuk tanaman mangrove,” tegasnya. (T03_Red)


