Stunting di Tegal Alami Penurunan, Ini Penyebabnya

TEGAL, smpantura – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, menyebut kasus stunting mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, kasus stunting di Kota Tegal, berubah dari 23,9 persen menjadi 16,8 persen atau mengalami penurunan sekitar 7,1 persen.

Penurunan itu, tidak lepas dari penanganan bersama yang dilakukan unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, dunia usaha, media dan akademisi, atau pentahelix.

“Dari kalangan dunia usaha, kami upayakan mereka menjadi bapak asuh anak stunting atau BAAS,” ungkap Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal, M Afin, usai membuka program penanganan stunting di Kelurahan Tegalsari, Rabu (13/9/2023) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Afin berharap, mereka selalu berkomitmen membantu masyarakat, terutama keluarga yang berisiko stunting.

Adapun sasaran, yang menjadi prioritas stunting, meliputi para calon stunting, ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan balita di bawah dua tahun.

BACA JUGA :  Pertamina Uji Coba Pencocokan Data dan Transaksi Digital Gas Melon di Tegal

“Mudah-mudahan, dengan adanya kepedulian dari semua pihak, karena kita punya program Sego Seceting, maksudnya melibatkan seluruhnya untuk bisa bersama-sama menyelesaikan, ataupun menurunkan angka stunting,” katanya.

Afin mengaku, saat ini beberapa program efektif, untuk bisa menurunkan angka stunting. Seperti program Bapak Asuh Anak Stunting di Kecamatan Margadana, dan program Semangat Gotong Royong Sekabehane Cegah Stunting (Sego Seceting) Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.

Berdasarkan data Elektronik, Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), kasus stunting di Kota Tegal, pada Februari tahun 2023 adalah 8,21 persen.

Pada sebelumnya, bulan Agustus 2022 kasus stunting, ada di angka 9,98 persen, sehingga dalam rentang waktu enam bulan, terdapat penurunan kurang lebih dua persen.

“Bulan Oktober 2023, akan ada operasi timbang ukur oleh E-PPGBM. Jika melihat tren, ada penurunannya. Semoga bisa mencapai penurunan menjadi enam persen di akhir tahun 2023,” harapnya. (T03-Red)

Scroll to top
error: