Pecahan genteng menutupi lantai kelas, rangka kayu atap tampak roboh, sementara kaca-kaca jendela pecah akibat tertimpa material bangunan.
“Hari ini saya asesmen apa saja yang di butuhkan. Tadi salah satunya meja untuk belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal administrasi, langsung kita kirim saja. Pembelajaran kan tidak boleh berhenti,” kata Gus Yasin.
Perbaikan
Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya, menargetkan perbaikan atap bisa segera di lakukan agar aktivitas belajar kembali normal dalam waktu dekat. Tidak hanya ruang yang ambruk, tiga kelas yang berada dalam satu rangkaian bangunan juga akan diperbaiki sekaligus.
“Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit,” ujarnya.
Gus Yasin menilai insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah. Terutama pada struktur atap dan material kayu penyangga yang rawan lapuk akibat usia maupun serangan rayap.
“Tadi kita lihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling utama sebenarnya controlling dari pihak sekolah supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan, robohnya atap terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.
“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.



