“Para wisatawan jangan hanya menikmati alam dan kuliner, tetapi ketertarikan mereka bagaimana berinvestasi di Jawa Tengah. Itu harapan kami,” bebernya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, memuji keberadaan KITB yang layak menjadi kawasan percontohan. Ada beberapa keunggulan di Batang yang dia nilai tidak kalah dengan kawasan lain di skala internasional.
“Saya telah keliling beberapa kawasan industri. Terakhir ke kawasan industri di Vietnam. Orang selalu memuji-muji Vietnam. Seolah-olah kita ini kalah sama Vietnam. Setelah saya masuk ke sini, ada aura yang menyebabkan saya tidak merasa kalah dengan Vietnam,” ujarnya.
Menurut dia, tidak berlebihan jika Presiden Prabowo Subianto menargetkan KEK Industropolis Batang akan menjadi Shenzhen -nya Indonesia. Mengingat, industri yang dikembangkan di kawasan tersebut bukan sekadar padat karya, tetapi juga mengembangkan data center.
Direktur Utama Industropolis Batang Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, yang akrab disapa Ngurah, mengatakan, saat ini jenis industri yang dikembangkan meliputi padat karya 47 % dan padat teknologi 53%.
Terdapat sebanyak 93 tenant, dengan total investasi Rp 23 triliun. Adapun total luas lahan tersewa sebesar 442,2 hektar.
Pada kawasan ini akan dikembangkan juga two countrieas twin parks seluas 500 ha, data center 28 ha, sunpark village, golf couyrse dan horse race arena seluas 200ha. Selain itu ada juga hotel, cinema, dryport, sport center, shophouse, rusunawa 20.000 unit, serta commercial compound. (**)


