Taj Yasin Minta Dukungan Pusat untuk MTQ 2026

Ia meminta Kemenko PMK mengoordinasikan penambahan frekuensi penerbangan ke Bandara Ahmad Yani dengan Kementerian Perhubungan, serta dukungan armada transportasi dari Kementerian PUPR.

“Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar 13 venue juga penting,” imbuh Taj Yasin.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menjelaskan rapat ini menjadi pijakan untuk menyinkronkan data daerah dengan kebijakan pusat. Ia menyoroti skala peserta yang sangat besar sebagai tantangan logistik utama.

“Berdasarkan laporan, target peserta saja sekitar 8.000 orang,” katanya.

Warsito menekankan mobilitas ribuan peserta dari seluruh provinsi menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, memerlukan intervensi khusus pada sektor transportasi udara.

BACA JUGA :  Pemprov Jateng Pastikan Logistik Pengungsi Banjir Pekalongan Terpenuhi

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi tidak hanya dilakukan di level kementerian, tetapi juga menyasar langsung ke penyedia jasa, seperti Garuda Indonesia maupun maskapai lainnya agar akses peserta dari berbagai daerah tidak terkendala jadwal penerbangan yang terbatas.

Selain itu, Warsito mengungkapkan rencana pemerintah untuk melibatkan sektor korporasi negara dalam menyemarakkan dan mendukung teknis acara. Daya tarik Jawa Tengah sebagai destinasi event dinilai menjadi modal kuat untuk menarik kolaborasi.

“Kami akan mencoba mengoordinasikan dukungan dari BUMN-BUMN strategis. Daya tarik Jawa Tengah sangat tinggi,” kata Warsito.