Tarung Derajat Kota Tegal Borong 17 Medali Kejurprov Jateng

TEGAL, smpantura – Sebanyak 17 atlet tarung derajat Kota Tegal, mampu mengemas 17 medali dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Invitasi Tarung Derajat Jawa Tengah, kategori pelajar, pemula dan senior, di Sport Hall Terminal Tirtonadi, Solo, pada 4-7 Juli 2024.

Pelatih tarung derajat Kota Tegal, Riki Gunawan mengatakan, seluruh atlet binaannya berhasil meraih medali, yang meliputi tujuh emas, empat perak dan enam perunggu.

“Semua atlet yang kami kirimkan berhasil meraih medali semua,” tutur Riki, saat dihubungi smpantura, Minggu (7/7) sore.

Tujuh medali emas itu, ditorehkan oleh Luvi N pada kelas pemula, Irfan B dan Nafi Aura A pada kelas pelajar SMA, Zubair A R dan Zufar A R pada kelas pelajar SMP, Hamda S M dan Syabrina pada kelas pelajar SD.

Untuk empat medali perak, diraih oleh Hendry DS dari kelas invitasi antar provinsi Jateng, DKU dan DIY, Ashiteru V dan Raditya R dari kelas pelajar SMP serta Keisha A dari kelas pelajar SD.

Sedangkan enam medali perunggu, disumbangkan oleh Lukman T dari kelas pemula, Keyla A dan Mualam J dari kelas pelajar SMA serta Khaira, Anindita dan Abdiel dari kelas pelajar SD.

“Kejurprov ini menjadi penjajakan atlet, sekaligus memetakan kekuatan. Karena beberapa atlet masih berada di lapis kedua, yang diharapkan ke depan bisa masuk menjadi lapis pertama,” tegasnya.

Riki menambahkan, Kejurprov Jateng menjadi ajang untuk mempersiapkan atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, yang akan digelar kembali pada tahun 2026 nanti di Kota Semarang.

BACA JUGA :  Klasemen Porprov Jateng, Brebes Kantongi 5 Emas, 8 Perak dan 8 Perunggu

“Porprov 2023 kemarin, kami baru bisa mengirimkan lima atlet. Untuk Porprov 2026 yang akan datang, kami berupaya optimal membawa 10 atlet. Semoga dari perolehan dua emas dan satu perak di Porprov kemarin bisa ada peningkatan,” harapnya.

Untuk mematangkan para atlet, Riki mengaku menerapkan menu latihan pada selama sepekan, terkecuali pada hari Senin. Di mana latihan itu, dilakukan para atlet setiap pagi, sore dan malam.

Adapun latihan pagi dan malam, dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing. Sedangkan pada sore hari, para atlet mengikuti latihan strategi di GOR Wisanggeni.

“Pagi dan malam itu biasanya lari dan latihan penguatan. Setiap atlet bisa latihan sendiri di rumah masing-masing dan direkam, yang kemudian dikirimkan ke kami. Sedangkan sore harinya, mereka latihan bersama para pelatih di GOR,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riki turut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tegal dan KONI Kota Tegal, yang telah memberikan dukungan dan pendampingan.

Riki berharap, ke depan cabang olahraga tarung derajat dapat lebih diperhatikan, khususnya untuk sarana dan prasarana yang belum optimal.

“Kami membutuhkan tempat latihan. Karena tempat yang ada sekarang ini sangat terbatas ruang geraknya. Saat seluruh atlet senior maupun junior latihan bersama, ruangannya penuh. Kami menyiasatinya dengan latihan di sekitar lapangan tenis GOR,” tandasnya. (T03_red)

Scroll to top
error: