Tenaga Kerja Jateng Makin Kompetitif di Kancah Global

Pada fase pertama, nilai investasi PT Borine Technology Indonesia mencapai USD 700 juta atau sekitar Rp 11 triliun. Perusahaan ini juga berkomitmen memperluas investasinya pada fase kedua dengan nilai sekitar USD 1,4 miliar atau setara Rp 22 triliun.

“Besarnya investasi ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah adalah daerah yang aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global,” tegasnya.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen, sementara Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni sekitar 9 persen. Pemerintah provinsi akan terus berupaya meningkatkan investasi, baik yang bersifat padat karya maupun padat modal.

BACA JUGA :  Kisah Haru Pemudik Hidrosefalus, Wagub Jateng Minta Diantar Hingga Rumah

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor. Seluruh kepala daerah dan organisasi perangkat daerah diminta aktif berperan sebagai “marketing” untuk mempromosikan potensi investasi di wilayah masing-masing.

Selain meninjau pabrik, Gubernur Luthfi juga menyerap berbagai masukan dari pihak investor dan pengelola KEK Kendal, termasuk terkait optimalisasi Pelabuhan Kendal. Ia menilai keberadaan pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri dan investasi.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan guna mengoptimalkan kembali operasional Pelabuhan Kendal dan Batang, serta melakukan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (**)